Kanker Serviks - Apa itu kanker serviks? Kanker yang dimaksud disini bukan KANtong KERing loh..

Kanker servik umumnya dikenal dengan penyakit kanker leher rahim, jenis
penyakit ini banyak dialami oleh kaum hawa (wanita). Saat ini,
kanker serviks
menjadi penyebab kematian wanita nomor dua di dunia setelah penyakit
jantung koroner. Namun dalam kurun waktu setahun ke depan diprediksi
kanker leher rahim akan menjadi penyebab kematian wanita nomor satu,
jika tidak dilakukan upaya deteksi dini dan pengobatannya. Menakutkan
yach..?!
Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, penyakit kangker serviks
merupakan penyebab utama kematian. Di dunia, setiap dua menit seorang
wanita meninggal dunia akibat kanker serviks. Jadi, jangan lagi
memandang ancaman penyakit ini dengan sebelah mata. Waspadalah !
1. Apa itu kanker serviks?
- Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah jenis penyakit kanker
yang terjadi pada daerah leher rahim. Yaitu, bagian rahim yang terletak
di bawah, yang membuka ke arah liang vagina. Berawal dari leher rahim,
apabila telah memasuki tahap lanjut, kanker ini bisa menyebar ke
organ-organ lain di seluruh tubuh.
2. Seberapa berbahaya penyakit ini? - Badan Kesehatan Dunia (WHO)
menyatakan, saat ini penyakit kanker serviks menempati peringkat
teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada
perempuan di dunia. Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari
15.000 kasus kanker serviks, dan kira-kira sebanyak 8000 kasus di
antaranya berakhir dengan kematian. Menurut WHO, Indonesia merupakan
negara dengan jumlah penderita kanker serviks yang tertinggi di dunia.
Mengapa bisa begitu berbahaya? Pasalnya, kanker serviks muncul seperti
musuh dalam selimut. Sulit sekali dideteksi hingga penyakit telah
mencapai stadium lanjut.
3. Apa penyebabnya? - Kanker serviks disebabkan oleh virus HPV
(Human Papilloma Virus). Virus ini memiliki lebih dari 100 tipe, di mana
sebagian besar di antaranya tidak berbahaya dan akan lenyap dengan
sendirinya. Jenis virus HPV yang menyebabkan kanker serviks dan paling
fatal akibatnya adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Namun, selain
disebabkan oleh virus HPV, sel-sel abnormal pada leher rahim juga bisa
tumbuh akibat paparan radiasi atau pencemaran bahan kimia yang terjadi
dalam jangka waktu cukup lama.
4. Bagaimana penularannya? - Penularan virus HPV bisa terjadi
melalui hubungan seksual, terutama yang dilakukan dengan berganti-ganti
pasangan. Penularan virus ini dapat terjadi baik dengan cara transmisi
melalui organ genital ke organ genital, oral ke genital, maupun secara
manual ke genital. Karenanya, penggunaan kondom saat melakukan hubungan
intim tidak terlalu berpengaruh mencegah penularan virus HPV. Sebab, tak
hanya menular melalui cairan, virus ini bisa berpindah melalui sentuhan
kulit.
5. Apa saja gejalanya? - Pada tahap awal, penyakit ini tidak
menimbulkan gejala yang mudah diamati. Itu sebabnya, Anda yang sudah
aktif secara seksual amat dianjurkan untuk melakukan tes pap smear
setiap dua tahun sekali. Gejala fisik serangan penyakit ini pada umumnya
hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut. Yaitu, munculnya
rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan intim (contact bleeding),
keputihan yang berlebihan dan tidak normal, perdarahan di luar siklus
menstruasi, serta penurunan berat badan drastis. Apabila kanker sudah
menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung,
hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal.
//imfoceria.com