Kamis, 19 April 2012
Senin, 09 April 2012
PROGRAM MAIN GAME
import javax.swing.JOptionPane;
import java.util.*;
public class renzy
{
public static void main(String[]args)
{
String nama="";
nama = JOptionPane.showInputDialog
("Silahkan masukkan namamu");
String msg = "hai " +nama +"!";
JOptionPane.showMessageDialog(null,msg);
Scanner masukan=new Scanner(System.in);
int umur=0;
System.out.print("Berapa umurmu? ");
umur=masukan.nextInt();
;
if(umur>=17)
{
JOptionPane.showMessageDialog(null,"Silahkan main game ini!!");
JOptionPane.showMessageDialog(null,"Procces==");
JOptionPane.showMessageDialog(null,"Procces===");
JOptionPane.showMessageDialog(null,"Procces====");
JOptionPane.showMessageDialog(null,"Procces Completed ! \n"+"selamat mencoba\n");
}
else
JOptionPane.showMessageDialog(null,"Maaf, Kamu dilarang main game ini");
}
}
import java.util.*;
public class renzy
{
public static void main(String[]args)
{
String nama="";
nama = JOptionPane.showInputDialog
("Silahkan masukkan namamu");
String msg = "hai " +nama +"!";
JOptionPane.showMessageDialog(null,msg);
Scanner masukan=new Scanner(System.in);
int umur=0;
System.out.print("Berapa umurmu? ");
umur=masukan.nextInt();
;
if(umur>=17)
{
JOptionPane.showMessageDialog(null,"Silahkan main game ini!!");
JOptionPane.showMessageDialog(null,"Procces==");
JOptionPane.showMessageDialog(null,"Procces===");
JOptionPane.showMessageDialog(null,"Procces====");
JOptionPane.showMessageDialog(null,"Procces Completed ! \n"+"selamat mencoba\n");
}
else
JOptionPane.showMessageDialog(null,"Maaf, Kamu dilarang main game ini");
}
}
Minggu, 08 April 2012
Sabtu, 07 April 2012
Mengenal Kanker Serviks - Penyakit Kanker Leher Rahim (Bag.1)
Kanker Serviks - Apa itu kanker serviks? Kanker yang dimaksud disini bukan KANtong KERing loh..
Kanker servik umumnya dikenal dengan penyakit kanker leher rahim, jenis
penyakit ini banyak dialami oleh kaum hawa (wanita). Saat ini, kanker serviks
menjadi penyebab kematian wanita nomor dua di dunia setelah penyakit
jantung koroner. Namun dalam kurun waktu setahun ke depan diprediksi
kanker leher rahim akan menjadi penyebab kematian wanita nomor satu,
jika tidak dilakukan upaya deteksi dini dan pengobatannya. Menakutkan
yach..?!
Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, penyakit kangker serviks merupakan penyebab utama kematian. Di dunia, setiap dua menit seorang wanita meninggal dunia akibat kanker serviks. Jadi, jangan lagi memandang ancaman penyakit ini dengan sebelah mata. Waspadalah !
Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, penyakit kangker serviks merupakan penyebab utama kematian. Di dunia, setiap dua menit seorang wanita meninggal dunia akibat kanker serviks. Jadi, jangan lagi memandang ancaman penyakit ini dengan sebelah mata. Waspadalah !

2. Seberapa berbahaya penyakit ini? - Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, saat ini penyakit kanker serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks, dan kira-kira sebanyak 8000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks yang tertinggi di dunia. Mengapa bisa begitu berbahaya? Pasalnya, kanker serviks muncul seperti musuh dalam selimut. Sulit sekali dideteksi hingga penyakit telah mencapai stadium lanjut.
3. Apa penyebabnya? - Kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Virus ini memiliki lebih dari 100 tipe, di mana sebagian besar di antaranya tidak berbahaya dan akan lenyap dengan sendirinya. Jenis virus HPV yang menyebabkan kanker serviks dan paling fatal akibatnya adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Namun, selain disebabkan oleh virus HPV, sel-sel abnormal pada leher rahim juga bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau pencemaran bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama.
4. Bagaimana penularannya? - Penularan virus HPV bisa terjadi melalui hubungan seksual, terutama yang dilakukan dengan berganti-ganti pasangan. Penularan virus ini dapat terjadi baik dengan cara transmisi melalui organ genital ke organ genital, oral ke genital, maupun secara manual ke genital. Karenanya, penggunaan kondom saat melakukan hubungan intim tidak terlalu berpengaruh mencegah penularan virus HPV. Sebab, tak hanya menular melalui cairan, virus ini bisa berpindah melalui sentuhan kulit.
5. Apa saja gejalanya? - Pada tahap awal, penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang mudah diamati. Itu sebabnya, Anda yang sudah aktif secara seksual amat dianjurkan untuk melakukan tes pap smear setiap dua tahun sekali. Gejala fisik serangan penyakit ini pada umumnya hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut. Yaitu, munculnya rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan intim (contact bleeding), keputihan yang berlebihan dan tidak normal, perdarahan di luar siklus menstruasi, serta penurunan berat badan drastis. Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung, hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal.
//imfoceria.com
Langganan:
Postingan (Atom)

